JAKARTA — Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) menggelar kegiatan tasyakuran dan refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-71 pada Senin (28/9/2026). Mengusung tema “Buruh Berdaya, Indonesia Mulia”, kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan dan martabat kaum buruh.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPP K-Sarbumusi tersebut dihadiri Presiden Sarbumusi, H. Irham Ali Syaifuddin, M.A., Wakil Presiden Soeharjono, jajaran pengurus DPP K-Sarbumusi, pimpinan Sarbumusi wilayah Jabodetabek, serta perwakilan federasi yang bernaung di bawah DPP K-Sarbumusi.
Tasyakuran dan refleksi ini juga diisi dengan penyampaian testimoni dari sejumlah peserta yang hadir. Berbagai pandangan tersebut menjadi bagian dari refleksi bersama atas perjalanan organisasi dan pengalaman dalam memperjuangkan kepentingan kaum buruh.
Refleksi 71 Tahun Perjuangan Buruh
Memasuki usia ke-71 tahun, Sarbumusi memiliki perjalanan panjang dalam mengorganisasi dan memperjuangkan hak-hak pekerja. Momentum hari lahir ini menjadi ruang untuk mengenang perjalanan organisasi sekaligus memperkuat semangat kolektif dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Tema “Buruh Berdaya, Indonesia Mulia” menempatkan keberdayaan buruh sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih sejahtera. Buruh tidak hanya menjadi bagian dari roda produksi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki hak atas perlindungan, kesejahteraan, serta kehidupan yang bermartabat.
Dalam konteks tersebut, penguatan organisasi dan solidaritas ant buruh menjadi elemen penting untuk mendorong terciptanya hubungan industrial yang lebih adil dan berkelanjutan.
Testimoni dan Penguatan Solidaritas Organisasi
Selain menjadi ajang tasyakuran, kegiatan Harlah ke-71 Sarbumusi juga menghadirkan testimoni dari berbagai peserta yang hadir. Penyampaian pengalaman dan pandangan tersebut menjadi ruang untuk berbagi cerita mengenai perjalanan organisasi, dinamika perjuangan, serta harapan terhadap masa depan Sarbumusi.
Kehadiran jajaran pengurus DPP, pimpinan Sarbumusi Jabodetabek, dan federasi di bawah naungan konfederasi mencerminkan keterlibatan berbagai unsur organisasi dalam momentum refleksi tersebut.
Pertemuan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat solidaritas dan memperkuat hubungan antarelemen organisasi dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Meneguhkan Komitmen untuk Buruh yang Berdaya
Peringatan Harlah ke-71 menjadi momentum bagi Sarbumusi untuk memperkuat komitmen dalam memperjuangkan kepentingan kaum buruh. Tantangan ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan hak pekerja hingga peningkatan kesejahteraan, membutuhkan keterlibatan organisasi buruh yang solid dan responsif terhadap perubahan zaman.
Melalui tema “Buruh Berdaya, Indonesia Mulia”, Sarbumusi menempatkan keberdayaan pekerja sebagai bagian dari cita-cita membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan bermartabat.
Tasyakuran dan refleksi ini menjadi penanda perjalanan panjang organisasi sekaligus ruang untuk memperkuat solidaritas, menjaga semangat perjuangan, dan meneguhkan peran organisasi dalam kehidupan kaum buruh.




