Staf Khusus Menko PM Bicara “Teologi Kesejahteraan” di UIN Sunan Kalijaga: Agama Harus menjadi Kekuatan Transformatif untuk Pemberdayaan Umat

YOGYAKARTA — Agama tidak cukup hanya dipahami sebagai sumber nilai dan pedoman spiritual, tetapi juga perlu hadir sebagai kekuatan transformatif yang mampu mendorong perubahan sosial serta pemberdayaan umat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Stadium Generale Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bertajuk “Teologi Kesejahteraan; Agama, Keadilan dan Kehidupan yang Lebih Baik”, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Lantai 2 UIN Sunan Kalijaga itu diikuti hampir 600 mahasiswa, khususnya mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Stadium generale menghadirkan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Dr. Ahmad Maulani, serta dosen UIN Sunan Kalijaga, Dr. Adib Sofia, S.S., M.Hum., sebagai narasumber.

Tema yang diangkat tidak sekadar membicarakan konsep kesejahteraan dalam perspektif keagamaan. Forum tersebut juga mengajak mahasiswa melihat bagaimana nilai-nilai agama dapat diterjemahkan menjadi kekuatan yang mendorong keadilan, kemandirian, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Agama Harus Hadir dalam Perubahan Sosial

Dalam pemaparannya, Ahmad Maulani menekankan pentingnya menempatkan agama sebagai kekuatan yang mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Teologi kesejahteraan, dalam konteks tersebut, tidak berhenti pada pemaknaan kesejahteraan sebagai terpenuhinya kebutuhan material. Kesejahteraan juga menyangkut keadilan, martabat manusia, kesempatan untuk berkembang, serta kemampuan masyarakat untuk berdaya dan menentukan masa depannya.

Karena itu, nilai-nilai agama perlu diterjemahkan dalam tindakan yang mampu menjawab persoalan konkret umat.

Agama memiliki modal sosial yang besar. Nilai solidaritas, keadilan, kepedulian terhadap kelompok rentan, dan semangat membangun kehidupan bersama dapat menjadi energi untuk melakukan transformasi sosial.

Dengan perspektif tersebut, keberagamaan tidak hanya diwujudkan dalam ruang ritual, tetapi juga melalui kontribusi terhadap persoalan pendidikan, ekonomi, sosial, kemanusiaan, dan pembangunan kualitas manusia.

Pemberdayaan umat menjadi salah satu titik penting dalam gagasan tersebut. Masyarakat tidak semata ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi didorong menjadi subjek yang memiliki kapasitas, kemandirian, dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.

Ushuluddin dan Tantangan Zaman

Gagasan mengenai agama sebagai kekuatan transformatif tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan mengenai keistimewaan Ushuluddin sebagai bidang keilmuan yang memiliki posisi penting dalam memahami dasar-dasar pemikiran Islam.

Ushuluddin tidak hanya berhadapan dengan teks dan tradisi keagamaan, tetapi juga memiliki ruang yang luas untuk membaca berbagai perubahan dan persoalan kehidupan.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung semakin cepat, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan untuk memahami realitas secara kritis. Penguasaan terhadap khazanah keislaman perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca perkembangan masyarakat.

Perubahan teknologi, ekonomi, sosial, dan budaya menghadirkan persoalan-persoalan baru yang membutuhkan cara pandang yang adaptif. Dalam situasi tersebut, nilai-nilai agama dapat menjadi pijakan untuk memastikan bahwa perubahan tetap diarahkan pada kemaslahatan manusia.

Mahasiswa Jangan Takut Menghadapi Perubahan

Selain menyampaikan materi mengenai teologi kesejahteraan, Ahmad Maulani juga memberikan dorongan kepada para mahasiswa baru agar memiliki mental yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.

Hampir 600 mahasiswa yang hadir diajak menyadari bahwa mereka akan tumbuh dalam lingkungan yang sangat dinamis. Dunia pendidikan, dunia kerja, teknologi, hingga pola kehidupan masyarakat akan terus berubah.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. Mereka perlu membangun kemampuan beradaptasi, keberanian menghadapi tantangan, sekaligus tetap memiliki pijakan nilai.

Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa Ushuluddin karena mereka memiliki tanggung jawab intelektual untuk menjembatani tradisi keislaman dengan perkembangan kehidupan kontemporer.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami persoalan keagamaan, tetapi juga mampu menawarkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kampus sebagai Ruang Melahirkan Agen Perubahan

Stadium generale tersebut sekaligus menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari proses transformasi.

Kampus bukan hanya ruang untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga tempat membentuk cara berpikir, karakter, dan kepedulian sosial. Mahasiswa diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh di kampus untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Dalam konteks Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, tantangan tersebut menjadi semakin penting. Tradisi intelektual Islam perlu terus dikembangkan agar mampu berdialog dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar keilmuannya.

Mahasiswa dapat mengambil peran sebagai agen perubahan dengan menggabungkan kemampuan intelektual, nilai keagamaan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Dengan demikian, teologi kesejahteraan tidak berhenti sebagai gagasan akademik. Ia dapat menjadi perspektif yang mendorong lahirnya gerakan sosial yang berorientasi pada keadilan dan pemberdayaan umat.

Stadium generale di UIN Sunan Kalijaga tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa agama memiliki ruang yang luas dalam proses pembangunan manusia.

Agama tidak hanya berbicara tentang kehidupan spiritual, tetapi juga tentang bagaimana manusia membangun kehidupan yang bermartabat, adil, dan sejahtera.

Dan bagi generasi muda, tantangannya adalah bagaimana menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai kekuatan transformatif bukan hanya untuk memahami perubahan, tetapi ikut menggerakkan perubahan dan memberdayakan umat.

Tags :

Subscribe To Our Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.

    Tentang Kami

    Hadir untuk memberikan informasi yang berimbang, jernih, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami percaya bahwa setiap sudut pandang memiliki ruang untuk didengar, sementara kebenaran harus tetap menjadi pijakan utama.

    Jurnalisme kami tidak ditujukan untuk membenarkan atau menyudutkan pihak tertentu, melainkan untuk membuka ruang dialog, mempertemukan perspektif, dan menghadirkan pemahaman

    Alamat

    ©2026 satuporos. All rights reserved.