JAKARTA — Timnas Indonesia berada di ambang sejarah saat menghadapi Thailand pada final perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Laga yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB itu menjadi kesempatan bagi Garuda untuk merebut gelar pertama dalam turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di bawah naungan FIFA.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen yang diikuti 14 negara, termasuk seluruh negara anggota ASEAN. Indonesia dan Hong Kong menjadi tuan rumah penyelenggaraan, dengan pertandingan digelar di Jakarta dan Bandung untuk turnamen utama.
Jalan Dramatis Indonesia Menuju Final
Perjalanan Indonesia menuju final berlangsung dramatis. Garuda sebenarnya berada dalam persaingan ketat dengan Malaysia untuk memperebutkan posisi teratas Grup A.
Indonesia akhirnya memastikan tiket final setelah menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 pada laga terakhir fase grup. Mitchell Baker tampil sebagai bintang dengan mencetak lima gol. Kemenangan besar tersebut membuat Indonesia unggul dalam produktivitas gol atas Malaysia dan finis sebagai juara Grup A dengan tujuh poin.
Secara keseluruhan, Indonesia mencetak 11 gol dan hanya kebobolan dua gol dalam tiga pertandingan fase grup. Catatan tersebut menjadikan Garuda sebagai tim paling produktif pada fase grup FIFA ASEAN Cup 2026.
Di sisi lain, Thailand melangkah ke final dengan status juara Grup B. Changsuek memastikan tiket ke partai puncak lebih awal setelah mengalahkan Vietnam 1-0 melalui gol jarak jauh Sarach Yooyen. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri catatan tidak terkalahkan Vietnam dalam 27 pertandingan.
Thailand kemudian menutup fase grup dengan kekalahan 1-2 dari Filipina. Namun, hasil tersebut tidak memengaruhi posisi mereka di puncak Grup B karena tiket final sudah lebih dahulu diamankan.
Indonesia Membawa Misi Memutus Rekor
Final kali ini juga memiliki dimensi sejarah tersendiri bagi Indonesia. Garuda sebelumnya telah empat kali berhadapan dengan Thailand dalam partai final kompetisi regional Piala Tiger/Piala AFF. Dari empat pertemuan tersebut, Indonesia selalu gagal mengalahkan Thailand.
Catatan tersebut membuat final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan baru bagi Indonesia untuk mengakhiri dominasi Thailand sekaligus menciptakan sejarah dalam turnamen edisi perdana.
Pelatih Indonesia John Herdman menyadari besarnya arti pertandingan tersebut. Menjelang laga, ia menegaskan bahwa para pemainnya siap memberikan seluruh kemampuan untuk membawa Indonesia meraih trofi.
“Kami sangat antusias. Besok, tim akan memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk memberikan segalanya bagi negara,” ujar Herdman dalam konferensi pers, Minggu (4/10).
Herdman juga menilai laga final sebagai kesempatan emas bagi skuadnya untuk memenangkan trofi.
Thailand Datang dengan Pengalaman
Thailand bukan lawan yang asing bagi Indonesia. Selain memiliki sejarah dominasi dalam sejumlah pertemuan final, skuad Changsuek juga datang dengan sejumlah pemain yang memiliki pengalaman internasional lebih banyak.
Kapten Thailand Chanathip Songkrasin menilai Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan. Ia melihat perubahan pada komposisi skuad Garuda, termasuk kualitas pemain yang dinilai semakin kuat secara fisik maupun teknis.
Pertandingan ini pun mempertemukan dua tim dengan perjalanan berbeda. Indonesia harus melewati persaingan ketat hingga pertandingan terakhir untuk memastikan tiket final, sedangkan Thailand sudah memastikan tempat di partai puncak sebelum laga terakhir Grup B.
GBK Bersiap Menjadi Saksi Sejarah
Antusiasme publik juga menjadi bagian penting dari final perdana FIFA ASEAN Cup. Sebanyak 67 ribu tiket pertandingan Indonesia kontra Thailand di SUGBK telah terjual habis. Kondisi tersebut diperkirakan membuat atmosfer stadion semakin kuat ketika kedua tim turun ke lapangan.
Bagi Indonesia, pertandingan ini bukan hanya soal menghadapi Thailand. Final tersebut menjadi kesempatan untuk memenangkan trofi perdana FIFA ASEAN Cup sekaligus mengubah catatan panjang pertemuan dengan salah satu kekuatan sepak bola Asia Tenggara.
Sementara bagi Thailand, laga di Jakarta menjadi kesempatan untuk menambah sejarah sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup.
Dua tim, satu trofi, dan sejarah baru yang akan tercipta di GBK.




