JAWA TENGAH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada Selasa (22/9/2026). BMKG meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan air laut.
Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan tersebut melalui informasi bernomor B/ME.01.02/246/KTJM/IX/2026. Informasi itu menyebut potensi rob pada Selasa dini hari hingga pagi, sekitar pukul 03.00–07.00 WIB.
Pasang Air Laut Picu Potensi Rob
BMKG mengaitkan potensi rob Pantura Jawa Tengah dengan aktivitas pasang air laut. Pasang maksimum dapat meningkatkan muka air laut dan memicu genangan di kawasan pesisir yang memiliki kerentanan terhadap banjir.
Masyarakat pesisir perlu memantau kondisi air laut, terutama ketika memasuki periode pasang maksimum. BMKG juga meminta warga mengikuti informasi cuaca maritim terbaru untuk mengantisipasi dampak yang mungkin muncul.
Kenaikan air laut dapat mengganggu aktivitas warga di sekitar pantai. Kondisi tersebut juga berpotensi menghambat kegiatan di pelabuhan dan sejumlah kawasan pesisir lainnya.
Rob Bisa Ganggu Aktivitas Pelabuhan
Banjir rob juga dapat mengganggu berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pesisir. Transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pantai menjadi salah satu aktivitas yang perlu mendapat perhatian.
Genangan juga dapat menghambat kegiatan bongkar muat barang apabila air menutup akses menuju kawasan pelabuhan. Petani garam dan pelaku usaha perikanan darat juga perlu mengantisipasi kemungkinan kenaikan air laut.
Masyarakat yang bekerja di kawasan pesisir perlu memperhatikan informasi mengenai waktu pasang. Warga yang beraktivitas pada pagi hari juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena periode tersebut bertepatan dengan potensi rob.
Gelombang Laut Capai 2,5 Meter
Selain memperingatkan potensi banjir rob di Pantura Jawa Tengah, BMKG mencatat gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan Jawa Tengah.
Pada 21–24 September 2026, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi muncul di beberapa wilayah perairan. Wilayah tersebut meliputi Perairan Semarang-Demak, Pekalongan-Kendal, Jepara, serta Pati-Rembang.
Nelayan dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut perlu memperhatikan kondisi tersebut. Gelombang yang cukup tinggi dapat meningkatkan risiko bagi kegiatan pelayaran dan aktivitas maritim lainnya.
BMKG Minta Warga Pantau Informasi
BMKG meminta masyarakat di kawasan Pantura Jawa Tengah tetap waspada terhadap potensi banjir pesisir. Warga juga perlu mengikuti pembaruan informasi mengenai cuaca dan kondisi laut melalui kanal resmi BMKG.
Dalam menyusun peringatan dini tersebut, BMKG menggunakan informasi pasang surut dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
Masyarakat dapat menggunakan informasi mengenai waktu pasang untuk mengantisipasi kemungkinan genangan. Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar apabila air laut mulai mengalami kenaikan.
Potensi rob dapat berubah mengikuti dinamika pasang surut. Karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan informasi secara berkala, terutama pada periode Selasa dini hari hingga pagi.
Dengan peringatan tersebut, warga Pantura Jawa Tengah diharapkan dapat mengantisipasi gangguan akibat kenaikan air laut dan menyesuaikan aktivitas sesuai kondisi di wilayah masing-masing.




